Text LCD

Selasa, 11 Maret 2014

sejarah e-learning

1.      Tahun 1990: CBT (Computer Based Training)
Pada era dimana muncul aplikasi e-learning yang dapat digunakan pada PC standalone ataupun berbentuk CD-ROM. Isi berupa materi dalam bentuk tulisan maupun multimedia (video dan audio) yang berformat MV,MPEG-1 atau AVI. Perusahaan software Macromedia mengeluarkan tool pengembang bernama Authorware, sedangkan Asymetrix juga mengembangkan toolbook.
Pada tahun 1994 CBT yang mulai diterima oleh msayarakat, CBT dikeluarkan dalam bentuk paket-paket yang lebih menarik dan diproduksi secara masal
2.      Tahun 1997 :LMS (Learning Management System)
LMS muncul saat perkembangan internet mulai pesat,hal ini membuat kebutuhan informasi yang dapat diperoleh secara cepat dan tidak terganggu dengan jarak maupun waktu bagi masyarakat sangat diperlukan. Dengan munculnya LMS membuat pemikiran baru untuk mengatasi masalah interopearbility antar LMS dengan suatu standard. Misalnya standard yang dikeluarkan AICC(Airline Industry CBT Committe),IEEE LOM,ARIADNE, dsb.
3.      Tahun 1999: Aplikasi e-Learning Bebasis Web
Perkembangan LMS menuju ke aplikasi e-Learning berbasis Web secara total, baik untuk pembelajar (learner) maupun administrasi belajar mengajarnya. LMS mulai digabungkan dengan situs-situs portal yang pada saat ini boleh dikata menjadi barometer situs-situs informasi, majalah, dan surat kabar dunia. Isi juga semakin kaya dengan berpaduan multimedia, video streaming, serta penampilan interaktif dalam berbagai pilihan format data yang lebih standard,berukuran kecil dan stabil.

A.    Pengembangan E-learning
Langkah-langkah pegembangan E-learning sama dengan pengembangan perangkat lunak. Dalam ilmu RPL ada beberapa tahapan yang harus dilakuakn saat mengembangkan suatu software
Gambar 1: Tahapan RPL(Rekayasa Perangkat Lunak)
Dari tahapan diatas maka saat melakukan analisa kebutuhan akan muncul beberapa fitur yang dibutuhkan oleh pengguna. Ada beberapa contoh fitur dari e-learning:
1. Informasi tentang unit-unit terkait dalam proses belajar mengajar
·         Tujuan dan sasaran
·         Silabus
·         Metode pengajaran
·         Jadwal kuliah
·         Tugas
·         Jadwal Ujian
·         Daftar referensi atau bahan bacaan
·         Profil dan kontak pengajar
2. Kemudahan akses ke sumber referensi
·         Diktat dan catatan kuliah
·         Bahan presentasi
·         Contoh ujian yang lalu
·         FAQ (frequently asked questions)
·         Sumber-sumber referensi untuk pengerjaan tugas
·         Situs-situs bermanfaaat
·         Artikel-artikel dalam jurnal online
3. Komunikasi dalam kelas
·         Forum diskusi online
·         Mailing list diskusi
·         Papan pengumuman yang menyediakan informasi (perubahan jadwal kuliah informasi tugas dan deadline-nya)
4. Sarana untuk melakukan kerja kelompok
·         Sarana untuk sharing file dan direktori dalam kelompok
·         Sarana diskusi untuk mengerjakan tugas daam kelompok
5. Sistem ujian online dan pengumpulan feedback
Dan contoh aplikasi dari perkembangan e-learning dalam dunia pendidikan :
1.      Perkembangan E-learning dengan Claroline
Claroline merupakan aplikasi denan sumber terbuka,dengan artian aplikasi pembelajaran yang memungkinkan sejumlah lembaga pendidikan untuk mendaftar dan mengelola berbagai kursus online. Dan beberapa fitur meliputi pengembanagn jalur untuk belajar,dokumen penerbitan dan infomasi dalam PDF,teks,HTML dan video. Keuntungan dari Claroline dapat mendownload secara gratis dengan web browser yang digunakan.
2.      Perkembangan E-learning dengan Joomla
Dengan menggunakan joomla pembuatan e-learning tidak membutuhkan bahasa pemrograman,dan dengan menggunakan joomla maka proses pembelajaran menjadi lebih dinamis karena siswa dapat mempelajari materi pembelajaran dimanapun dan kapanpun.
3.      Perkembangan E-learning dengan Moodle
Moodle merupakan salah satu LMS(Learning Management System) open sources yang dapat diperoleh secara bebas melalui http://moodle.org. Dengan moodle e-learning dapat mudah dimodifikasi sesuai kebutuhan.